Alat-Alat Kontrasepsi

Berbagai usaha yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengatasi masalah pertumbuhan penduduk yang sudah terlalu pesat. Upaya yang dilakukan adalah untuk membuat Undang-Undang tetntang perkawinan dan diberlakukannya program Keluarga Berencana. Program ini merupakan salah satu program pemerintah yang mempunyai tujuan dalam meningkatkan kepedulian dan juga peran serta dari masyarakat dengan melakukan suatu pendewasaan usia perkawinan dan pengaturan kelahiran, serta pembinaan ketahanan keluarga, serta juga peningkatan kesejahteraan keluarga untuk membantu untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan juga sejahtera. Untuk mencegah terjadinya kehamilan bisa dengan menggunakan alat-alat kontrasepsi.

Alat-alat kontrasepsi merupakan alat untuk usaha pencegahan dari bertemunya sel sperma dan sel telur agar tidak mengalami suatu pembuahan. Untuk keperluan itu, biasanya kontrasepsi ini dilakukan dengan beberapa alat dan juga cara. Misalnya adalah dengan pemakaian kondom pada pria, diafragma pada wanita dan juga IUD (Intra uterine Device) yang berbentuk spiral pada wanita. Dari ketiga alat-alat kontrasepsi ini  mempunyai tujuan yang sama yakni mencegah terjadinya pertemuan antara sperma dengan sel telur yang sudah matang sehingga tidak terjadinya ovulasi atauu pembuahan.

Salah satu cara yang bisa dilakukan selain dengan menggunakan alat-alat kontrasepsi bisa juga dengan melakukan prinsip tidak melakukan hubungan seksual pada saat istri sedang dalam masa subur. Cara ini biasanya dikenal dengan sistem kalender. Ovulasi ini biasanya terjadi setiap sekitar 14 2 hari sebelum hari pertama menstruasi. Ovum ini mempunyai kemampuan untuk dibuahi sperma dalam waktu 24 jam setelah ovulasi. Masa subur biasanya terjadi sekitar 48 jam sebelum obulasi hingga 24 jam setelah mengalami ovulasi. Sehingga, untuk mencegah terjadinya kehamilan, hubungan intim tidak boleh dilakukan sekurang-kurangnya 3 hari sebelum dan juga sesudah ovlasi ini terjadi. Namun, sistem dari kalender tidak efektif untuk wanita yang siklus haid mereka tidak teratur karena tingkat kegagalan sangat tinggi.

Selain dengan cara kontrasepsi itu, untuk mencegah dari terjadinya kehamilan biasanya bisa dilakukan juga dengan pil KB, suntik, atau juga susuk KB. Ketiga dari alat-alat kontrasepsi ini merupakan hormon sintetik estrogen progesterone. Dan kedua hormon ini bisa mempengaruhi sistem reproduksi pada wanita.

 

Posted in Alat Kontrasepsi, Jenis Alat Kontrasepsi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Alat Kontrasepsi Untuk Wanita

Alat Kontrasepsi Untuk WanitaBanyak jenis macam alat kb atau alat kontrasepsi yang di perjual belikan di luar sana. Baik wanita dan pria bisa menggunakannya tapi untuk orang yang sudah menikah saja, diluar dari situ sangat di larang keras. fungsi dari alat kb tersebut sangat beraneka ragam tergantung memakainya yang mana. jika kalian ingin tahu lebih dalam, bisa membaca artikel ini sampai tuntas.

Alat Kontrasepsi Untuk Wanita

Alat Kontrasepsi Untuk Wanita

Alat kb itu, ada yang bisa di minum dan ada juga yang tidak. pemakaiannya pun, harus sesuai dengan petunjuk yang berikan, agar tidak mengalami sesuatu hal yang tidak di inginkan. Alat alat tersebut pun sudah sangat terkenal di masyarakat indonesia. Jika ingin memilih alat kb ini, pilihlah yang paling tepat untuk diri Anda, karena ada sebagian yang tidak cocok dalam menggunakannya. dan lebih baiknya berkonsultasi lah pada dokter, agar tidak salah dalam melakukan tindakan.

Di bawah ini adalah cara yang paling aman untuk memilih Alat Kontrasepsi Untuk Wanita dan pria.

  1. Harus ada tujuannya, jika ingin memakai alat kb / kontrasepsi ini.

Mengapa di katakan demikian? Karena jenis alat alat tersebut bisa di katakan sebagai alat menunda kehamilan atau menurunkan masa subur, jika memakainya.

  1. Mengenali tubuh sendiri

Wanita yang sudah melahirkan dan lantas menyusui itu berbeda penggunaan Alat Kontrasepsi Untuk Wanita dengan orang yang belum hamil. Bagi ibu yang sedang memberikan asi kepada anaknya, saat menggunakan alat kontrasepsi, pakailah yang caranya di minum atau di suntikan kebagian tubuh dana lain lainnya. dan bagi yang belum hamil, lakukan tanpa alat, seperti menggunakan kalender dan mengeluarkan sperma di luar miss v yang di jalankan oleh suaminya.

  1. Menyepakati penundaan kehamilan

Setelah melakukan pernikahan berlangsung, ada sebagian pasangan yang menunda ingin memiliki anak. hal ini bisa di jalani oleh siapa pun, bila menggunakan Alat Kontrasepsi Untuk Wanita berupa spiral.  Setelah penundaan selesai, lepaslah alat kb tersebut, supaya kesuburan kembali lagi dan cepat memiliki momongan.

  1. Alat kb yang di gunakan harus di kenali terlebih dahulu

Jika ingin memakai alat kontrasepsi atau kb harus tahu cara kerjanya seperti apa dan keefektifannya. Jangan asal memilih dan sembarang memakainya. apalagi membelinya di sembarang tempat. Beli lah barang barang tersebut di apotek terdekat. jika kita mengetahui ke efektifannya, maka akan membuat ke nyamanan karena sesuai dengan keinginannya dan tujuannya.

  1. Mengetahui efek sampingnya

Alat kb yang di gunakan pasti akan memiliki efek atau resikonya. Makannya kalian jika ingin menggunakannya harus  yang benara dan tujuannya untuk apa, bila memakai jenis alat kb tersebut, yang nantinya bisa mempengaruhi kesehatan tubuh Anda, apabila mengasal dalam memilihya. Menstruasi atau haid tidak berjalan, selam penggunaan alat kb berupa suntik, nyeri dan banyak sekali mengeluarkan darah haid itu menggunakan spiral, kram, mood yang berubah, mual dan kepala sakit akibat pil kb dan vagina akan mengeluarkan cairan atau bercak.

Jenis Alat Kontrasepsi Untuk Wanita

Alat kb yang di pakai oleh pria & wanita itu memiliki jenis dan fungsinya masing masing. dan di bawah ini penjelasan dari Alat Kontrasepsi Untuk Wanita.

  • Kontrsepsi temporer

Alat Kontrasepsi Untuk Wanita ini, bisa di pakai jika kalian ingin menunda mempunyai anak. alat kontrasepsi ini bisa di temukan di apotek dan bila siap kembali memiliki momongan, tujuannya ingin hamil cepat bisa melepasnya. Banyak metode yang dapa di lakukan dengan bentuk yang berbeda beda, seperti di bawah.

  1. Pil kb

Sudah banyak para wanita yang menggunakan pil kb ini untuk mencegah kehamilan. Dan pil kb ini memiliki bentuk yang kecil seperti telur cicak dengan warna putih. pil kb ini mempunyai cara kerjanya seperti mencegah terjadinya ovulasi dengan tidak adanya hormon estrogen. Pil kb ini memiliki dua macam, masing masingnya mempunyai kelebihan dan kekurangannya.

Yang pertama pil kombinasi adalah pil yang di dalamnya terkandung hormon berupa progesteron dan estrogen, bila di minum pada waktu yang cepat, akan efekif sekali cara kerjanya sebanyak 99% dan contoh pil kombinasi seperti, diane 35, marvelon dan yasmin. selain pil diane untuk kontrasepsi, dapat di pakai juga sebagai obat jerawat ampuh. Kelebihannya meminimkan resiko kanker rahim, usus dan ovarium. Kekurangannya adalah mengakibatkan hipertensi dan berat badan menjadi naik.

Yang kedua pil progesteron tentunya terdapat hormon progesteron, mengkonsumsi harus tiap hari yang tidak boleh terlewatkan dan ke efektifan dapa terjadi sekitar 99% bila di konsumsi dengan rajin. Kelebihan dari alat kb waniata ini adalah bisa di konsumsi oleh penderita penyakit darah tinggi hipertensi tanpa memakai alat kontrasepsi dengan kandungan estrogen. Kelemahannya adalah mengkonsumsinya harus pada jam yang sama dengan sebelumnya.

  • Koyo (patch)

Mempunyai kekurangan dan kelebihannya jika memakainya dan cara penggunaannya itu sangat gamang sekali. yang hanya di letakkan di lengan, bokong, perut bawah dalam waktu 1-3 minggu. Cara kerja Alat Kontrasepsi Untuk Wanita berupa koyo adalah hormon progestin dan estrogen akan lepas jika koyo di letakkan di kulit tubuh.

  • Suntikan (depo provera)

Pada Alat Kontrasepsi Untuk Wanita seperti ini bisa di pergunakan  yang menyuntikannya di daerah bokong. Suntikan ini mampu bertahan selama 3 bulan dan juga sangat bekerja efektif. dan masih banyak lagi alat kb lainnya yang belum di jelaskan seperti cincin vagina, susuk (implan), kontrasepsi spons, spermisida, kondom pria, diafragma, cervical cap dan intrauterine devices (iuds) dan kondom wanita.

Alat Kontrasepsi Untuk Wanita

Posted in Alat Kontrasepsi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Jenis Alat Kontrasepsi

Jenis Alat Kontrasepsi – Alat kontrasepsi merupakan alat yang di gunakan pada wanita atau pun pada pria yang ingin mencegah kehamilan. Proses pembuahan dan juga ovulasi bisa di cegah dengan menggunakan alat kontrasepsi. Penggunaan alat kontrasepsi akan mempengaruhi pelepasan hormon di dalam tubuh sehingga bisa mencegah kehamilan. Ada banyak wanita atau pun pria yang menggunakan alat kb untuk memberikan jarak dari anak yang satu dan selanjutnya agar tidak terlalu dekat sehingga menggunakan alat kontrasepsi. Atau juga bisa menggunakan alat kontrasepsi karena ingin menikmati masa yang lama dengan pasangan, karena ketika memiliki anak tentunya waktu berdua dengan pasangan akan lebih sedikit atau bahkan tidak bisa karena sibuk mengurus anak dan juga lelah, maka dari banyak pasangan baru menikah menggunakan alat kontrasepsi dengan alasan tersebut. Menggunakan alat kontrasepsi juga di sarankan pemerintah karena untuk menekan jumlah populasi yang begitu banyak. sejak dulu pun juga ada alat kontrasepsi namun kini lebih banyak alat kontrasepsi yang di jual.

alat kontrasepsi

alat kontrasepsi

Jenis Alat Kontrasepsi

Jika ingin mencegah kehamilan dengan alasan apa pun maka bisa memilih alat kontrasepsi yang cocok untuk di gunakan. Karena ada berbagai macam jenis alat kontrasepsi yang memiliki kekurangan dan kelebihan masing masing. Alat kontrasepsi juga memiliki berbeda beda harganya, dan bisa di gunakan jangka lama atau pun jangka pendek saja. Jenis alat kontrasepsi yang bisa di gunakan untuk mencegah kehamilan bisa seperti di bawah ini :

Alat Kontrasepsi

Alat Kontrasepsi

  • Pil kb

Jenis alat kontrasepsi yang pertama yaitu dengan menggunakan pil kb, pil kb sudah sangat populer di kalangan wanita yang telah hamil dan menikah karena sudah banyak yang menggunakan alat kontrasepsi ini. Pil kb juga salah satu jenis alat kontrasepsi yang sangat populer sebab menggunakan pil kb juga sudah terbukti keakuratannya. Pil kb bisa di gunakan setiap hari, kekuranganya hanya harus menggunakan alat kb ini setiap hari untuk mencegah ovulasi sehingga rentan untuk orang yang pelupa.

  • IUD

Alat konstrasepsi yang sering di gunakan pada wanita juga yaitu IUD yang merupakan plastik yang di masukan ke dalam vagina dengan bentuk T. Letak alat kb ini akan berada di rahim agar mencegah sperma untuk masuk sehingga tidak dapat membuahi sel telur. IUD di juga jenis alat kontrasepsi yang efektif di gunakan dan juga bisa jangka lama digunakan. Karena ada jenis IUD yang bisa digunakan dalam rentan waktu 5 tahun atau juga ada yang 10 tahun lamanya, sehingga tidak perlu khawatir dengan untuk lupa seperti menggunakan pil kb.

  • Plester

Bukan hanya ada yang di masukan ke dalam vagina atau pun yang di minum, jenis alat kontrasepsi yang selanjutnya hanya ditempel pada kulit. jenis alat kontrasepsi ini memang sangat praktis di gunakan karena bentuknya seperti plester atau koyo yang bisa ditempel saja pada kulit. fungsi dari alat kontrasepsi ini akan melepaskan hormon progestin dan juga estrogen sehingga ditempelkan pada bagian kulit yang melepaskan hormon tersebut seperti di bagian lengan, perut dan juga pada bagian bokong.

  • Susuk

Jenis alat kontrasepsi yang selanjutnya yaitu dalam bentuk susuk atau implan. Susuk di masukan ke dalam kulit bagian lengan. Susuk ini sangat kecil sehingga bisa masuk ke dalam tubuh dengan mudah. Fungsi dari alat kontrasepsi ini juga akan mengeluarkan hormon progestin untuk membantu mencegah kehamilan. Menggunakan susuk biasanya selama 3 bulan sekali harus di ganti.

  • Cincin Vagina

ada pula jenis alat kontrasepsi yang di gunakan dalam bentuk cincin atau disebut juga dengan cincin vagina. jenis alat kontrasepsi ini memang di gunakan di dalam vagina ketika kondisi tubuh sedang tidak menstruasi sehingga menggunakan alat kontrasepsi ini harus selalu diganti setiap satu bulan sekali. Tetapi biarpun begitu alat kontrasepsi ini juga cukup akurat dan efektif di gunakan.

  • Suntik

Tidak sedikit wanita juga yang menggunakan alat kontrasepsi dengan cara menyuntikan hormon progestin. Suntik ini jenis alat kontrasepsi yang bisa di lakukan selama 3 bulan sekali ke bidan atau pun ke klinik kesehatan yang menyediakannya. Jenis alat kontrasepsi ini juga lebih murah, sehingga sangat efektif di gunakan. Namun, efek samping dari suntik kb juga akan meningkatkan berat badan atau pun menimbulkan rasa nyeri di bagian payudara.

  • Kontrasepsi Spons

Jenis alat kontrasepsi yang lainnya yaitu spons, yang akan di gunakan ke dalam vagina atau dekat mulut rahim. Fungsi dari alat kontrasepsi ini akan membunuh sperma yang akan masuk ke dalam rahim. Jika ingin menggunakan alat kontrasepsi ini sebaiknya di gunakan sehari sebelum melakukan hubungan seksual karena lebih efektif.

  • Kondom

Kondom juga alat kontrasepsi yang banyak di gunakan sampai sekarang khususnya untuk para pria karena di gunakan cukup mudah dan harganya yang tidak mahal sehingga banyak yang menggunakan kondom ketika sebelum berhubungan. Fungsi dari kondom menampung sperma agar tidak masuk ke vagina.

  • Spermisida

Jenis alat kontrasepsi spermisida akan membunuh sperma yang masuk juga sehingga tidak akan membuahi sel telur di dalam rahim.

Jenis Alat Kontrasepsi

Posted in Alat Kontrasepsi | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Macam Macam Alat Kontrasepsi

Macam Macam Alat Kontrasepsi – Sudah tidak asing lagi dalam terkena sebagai alat kontrasepsi karena dengan adanya alat itu yang dapat mengatur dengan keturunan yang akan di laksanakan dalam rumah tangga dan sudah tidak asin lagi jika alat kontrasepsi itu telah hadir dengan berbagai macam alat kb yang dapat membantu menjadikan keluarga berencana yang di dalam rumah tangga karena dengan menggunakan alat itu hanya dapat di gunakan dalam berbagai macam alat dan tujuan untuk melaksanakan.

Macam Macam Alat Kontrasepsi

Macam Macam Alat Kontrasepsi

Memang dalam beberapa waktu yang lalu telah hadir dengan meramaikan dengan istilah KB atau keluarga berencana karena dengan mempunyai istilah seperti itu akan mempunyai slogan yang memang dapat di rencanakan pada para keluarga yang sudah mempunyai anak pertama sehingga ke depannya akan menggunakan alat kontrasepsi untuk melakukan keluarga yang berencana.

Hal ini memang dapat di canangkan oleh pihak pemerintah karena dengan mengkonsumsi untuk masyarakat maka akan sebagai pemicu taraf hidup yang tinggi dan ekonomi yang akan jauh di harapkan kembali, oleh karena itu dalam menggunakan alat kontrasepsi ini akan membantunya dalam membuat keluarga jauh lebih baik dan program KB yang di jalankan akan berjalan sesuai dengan rencana dan 2 anak itu lebih cukup.

Sebenarnya dalam terkenal sebagai alat kontrasepsi itu adalah salah satu gerakan yang dapat membentuk sebuah keluarga sehat dan sejahtera dengan syarat yang membatasi lahiran atau mempunyai anak karena hal ini alat kontrasepsi yang tentu akan membantu menjalankan program kb tanpa mengganggu hubungan intim dengan para pasangan atau suami di rumah.

Alat kontrasepsi adalah salah satu alat yang mempunyai tujuan untuk membantu mencegah terjadinya pembuahan yang di alami oleh pasangan rumah tangga karena dengan menggunakan alat kontrasepsi ini akan mencegah kehamilan dan fungsi dari alat kontrasepsi yaitu dengan mengendalikan suatu pertumbuhan jumlah penduduk yang dapat membuat padat penduduk. Selain itu dalam menggunakan alat kontrasepsi itu memang mempunyai jenis macam macam alat kontrasepsi sehingga dengan menggunakan alat kontrasepsi akan mudah di gunakan dan di pilih sesuai dengan keinginan yang akan di lakukan oleh para pasangan rumah tangga.

Maka untuk itu dalam membahas fungsi alat kontrasepsi tergantung dengan jenis Macam Macam Alat Kontrasepsi yang di gunakan maka untuk itu saya akan memberi penjelasan terhadap fungsi Macam Macam Alat Kontrasepsi yang terpopuler di indonesia atau pun yang sudah di kenal pada kalangan masyarakat.

Macam Macam Alat Kontrasepsi

Macam Macam Alat Kontrasepsi

Macam Macam Alat Kontrasepsi:

  1. Macam Macam Alat Kontrasepsi IUD/Sprial

Dalam menggunakan Macam Macam Alat Kontrasepsi spiral ini memang terkenal di kalangan masyarakat dan singkatan dari IUD atau spiral yaitu dengan Intra Uterine Device sehingga dapat di sebut dengan spiral karena dalam menggunakan Macam Macam Alat Kontrasepsi IUD atau spiral ini akan membantunya dalam mencegah kehamilan yang akan di alami dan sesuai dengan rencana yang di terapkan.

Bentuk IUD atau spiral ini yaitu dengan adanya bentuk dari alat kontrasepsi IUD/spiral dan cara menggunakan spiral ini yaitu dengan memasukkan alat kontrasepsi ke dalam rahim wanita maka dalam pembuahan akan di cegah dengan adanya spiral di dalam rahim dan berhubungan intim akan terasa nyaman dan aman dengan menggunakan Macam Macam Alat Kontrasepsi IUD/Spiral.

Dan spiral itu adalah Macam Macam Alat Kontrasepsi yang dapat di gunakan oleh kalangan masyarakat kalangan tengah dan menengah ke atas karena dengan menggunakan spiral ini bisanya meminta bantuan ke pada dokter untuk memasukkan ke dalam rahim dan spiral akan mencegah sperma bersarang dan bersatu dengan sel telur di dalam rahim dan spiral ini bertahan dalam waktu yang sangat lama yaitu dengan 2 tahun sampai dengan 5 tahun, dan jika ingin hamil maka spiral ini akan di lepas atau di buka pada rahim.

  1. Macam Macam Alat Kontrasepsi Suntik KB

Macam Macam Alat Kontrasepsi suntik kb yang di lakukan oleh wanita akan di lakukan selama 3 bulan sekali karena dengan menggunakan suntik kb akan membuat pencegahan ovulasi atau pelepasan sel telur sehingga dengan menggunakan suntik kb akan membuat kehamilan menjadi terhambat tanpa melakukan hal yang lainnya.

Dan Macam Macam Alat Kontrasepsi suntik kb ini mempunyai kelebihan tersendirinya yaitu dengan menggunakan suntik kb tergolong suntik kb yang relatif murah sehingga dengan menggunakan suntik kb akan pas dengan ekonomi yang tidak stabil atau tidak terbilang berkelas dan suntik kb akan sangat banyak di gunakan oleh kalangan masyarakat yang berencana.

  1. Macam Macam Alat Kontrasepsi Pil KB

Macam Macam Alat Kontrasepsi pil kb ini memang pertama di indonesia karena dengan menggunakan pil kb sangat populer dan terkenal di kalangan masyarakat sehingga dengan menggunakan pil kb akan membantunya dalam mengurangi rasa sakit dan kram di saat menstruasi dan akan menghambat sel telur bertemu dengan sel sperma dan tetapi jika pil kb tidak di gunakan kembali maka dalam sel telur dan sel sperma akan bertemu dengan mudah dan cepat sehingga pembuahan akan mudah dan kesuburan akan  pulih kembali.

Dengan menggunakan Macam Macam Alat Kontrasepsi pil kb yaitu dengan mengandung hormon progesteron dan juga dapat di kombinasikan dengan estrogen dengan progesteron maka konsumsi lah alat kontrasepsi secara rutin dan teratur agar dapat membuat hambatan dalam kehamilan yang akan terjadi.

Macam Macam Alat Kontrasepsi

Posted in Alat Kontrasepsi | Tagged , , , , , | Leave a comment

Alat Kontrasepsi Wanita

model iudBanyak kontrasepsi wanita yang tersedia. Berdasarkan masa kerjanya, kontrasepsi dibedakan menjadi dua kelompok yaitu sementara (reversible) dan permanen. Pilihan kontrasepsi untuk menunda kehmailan pertama dan mengatur jarak kehamilan adalah kontrasepsi yang memiliki masa kerja bersifat sementara, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pilihan kontrasepsi rasional untuk memgakhiri kesuburan sangat dianjurkan menggunakan kontrasepsi yang memiliki masa kerja permanen yaitu kontrasepsi mantap.

a. Kontrasepsi hormonal

Kontrasepsi hormonal adalah pilihan KB yang paling banya dipakai oleh akseptor yang terbagi dalam 3 cara KB yaitu suntik 28%, pil 13% dan implant 4% atau jika ditotal sekitar 15,2 juta perempuan usia reproduktif menggunakan kontrasepsi hormonal. Kontrsepsi hormonal berisi estrogen, progestin atau campuran keduanya.

Saat ini makin banyak metode yang bisa dipilih dalam menggunakan kontrasepsi hormonal selain suntik, pil yang diminum dan implan/susuk yaitu kontrasepsi hormonal dalam rahim (dimasukkan dalam IUD), transdermal patch (seperti koyo), vaginal ring (kondom wanita), kontrasepsi emergensi (pil KB darurat setelah berhubungan).

b. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)

AKDR atau yang lebih dikenal dengan IUD atau spiral yajuga banyak digemari. Beberapa alasannya adalah penggunaannya yang jangka panjang, tidak mengganggu produksi ASI serta tidak memerlukan upaya tertentu untuk mempertahankan AKDR ini bertahan di dalam rahim.

Banyak jenis AKDR yang pernah berkembang di Indonesia, diantaranya adalah bentuk spiral tapal kuda, copper T. Saat ini telah dikembangkan metode terbaru dari AKDR yang dapat mengeluarkan hormon progestin levonogestrol dari tangkainya. AKDR yang populer dengan nama lenovogestrel intrauterine system (LNG-IUS) ini memberikan efek lokal pada daerah rahim (uterus) dan sekitarnya. Manfaat kontrasepsinya sangat baik dengan indeks “pearl” mencapai 0.09 dan bisa bertahan selama 5 tahun dengan efek samping cukup minimal.

c. Kontrasepsi mantap wanita (tubektomi)

Kontrasepsi mantap adalah pilihan untuk mengakhiri kehamilan, biasanya dianjurkan untuk ibu yang sudah memiliki cukup anak dan usia di atas 35 tahun dan harus dipilih dengan sukarela oleh akseptor. Pada tubektomi, dilakukan pemotongan tuba atau saluran yang berfungsi sebagai jalan lewat sel telur dari ovarium ke dalam rahim.

d. Kontrasepsi mantap pria (vasektomi)

Vasektomi sebagai cara mantap kontrasepsi pria yang sangat efektif melindungi istri dari kehamilan dengan tingkat kegagalan 0.1 per 100 perempuan dalam tahun pertama. Vasektomi berarti pemotongan vas deferens (saluran tempat keluarnya sperma dari testis). Mengakhiri kesuburan dan pilihan menjalani vasektomi harus secara sukarela, bahagia dan sehat. Untuk menilai 3 syarat tersebut, maka setiap calon akseptor vasektomi harus menjalani konseling dan seleksi kelayakan medik pratindakan.

Posted in Alat Kontrasepsi, Jenis Alat Kontrasepsi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Alat Kontrasepsi Kondom

Kondom mempunyai sejarah yang unik di Inggris. Dokter Condom membuat alat yang dipergunakan untuk menghindari kehamilan. Kondom dibuat pertama kali dari kulit, selanjutnya usus sehingga pembuatan kondom mahal dan saat memakai kondom memerlukan perhatian khusus. Karena dibuat dari kulit dan usus sering menimbulkan irtasi liang senggama. Tebal kondom menyebabkan kurang nikmat saat dipakai.

alat-kontrasepsi-kondom

Alat kontrasepsi penghalang pada pria adalah kondom. Kondom merupakan selubung karet tipis yang di pasang pada penis yang ereksi dan dikeakan selama snggama untuk mencegah penumpuukan sperma dalam vagina. Kondom  tersedia secara luas dan dapat dibeli dengan bebas di toko obat atau di apotik.

Jika digunakan dnegan benar (khususnya bersama preparat spermisida). Kondom merupakan bentuk kontrasepi yang efeisien. Alat ini merupakan penghalang fisik yang dapat mencegah kehamilan maupun infeksi oleh mikrooganisme yang menular. Namun demikian, kondom menggangu proses spontanitas pada senggama karena tidak bisa dipasang sebelum penis mengalami ereksi.

Sebagian orang merasakan bahwa kondom mengurangi kepekaan. Jika penis tidak segera dikeluarkan setelah ejakulasi, kondom dapat terlepas dan sperma di dalamnya bisa mengalir masuk ke vagina. Faktor biaya yang mungkin pula dipertimbangkan pula. Alat kontrsepsi penghalang pada wanita-diafragma dan cervical cap merupakan dua metode kontrasepsi penghalang yang sering digunakan pada wanita. Diafragma berupa tutup karet berbentuk piing kecil dengan kawat pegas di sebelah bingkai sirkulernya. Ketika dipasang, bingkai diafragma akan berada pada forniks vagina sehingga tutup karet tersebut menutupi serviks. Cervical cap yang tidak begitu sering digunakan, memiliki bentuk seperti alat pelindung jari dari logam yang dipakai ketika menjahit (thinble). Besar alat ini pas pada serviks. Preparat spermisida biasanya dianjurkan unutk digunakan bersama-sama alat kontrasepsi penghalang ini.

Kerugian pada metode alat kontrasepsi kondom untuk wanita ini adalah alanya tidak selalu sesuai bagi setiap wanita, khsusunya jika terdapat pergeseran rahim atau dinding vaginanya kendor. Demikian pula, setelah melahirkan atau bila terjadi penurunan atau penambahan berat badan yang bermakna, ukuran alat tersebut harus disesuaikan kembali sehingga diperlukan pengecekan setahun sekali.

Sebagian besar petugas kesehatan menganjurkan penggunaan kombinasi preparat kontrasepsi kiia dengan kontrasepsi penghalang seperti diafragma atau kondom. Preparat kontrasepsi kimia dapat dibeli tanpa resep dokter dan membantu melicinkan vagina. Namun demikian, pemakaiannya mungkin merepotkan karena kebanyakan harus digunakan sebelum senggama dan kadang-kadang menimbulkan reaksi seperti rasa gatal serta terbakar.

Posted in Alat Kontrasepsi, Jenis Alat Kontrasepsi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Alat Kontrasepsi Paling Aman

Setiap jenis alat kontrasepsi ada efek sampingnya. Demikian juga dengan suntik KB 3 bulan yang biasanya berisi hormon progesteron. Efek samping yang sering terjadi adalah peningkatan berat badan, sakit kepala, mual dan perubahan mood. Berbeda dengan suntik 1 bulan, suntik KB 3 bulan ini memang seringkali tidak menghasilkan siklus menstruasi yang rutin. Atau dapat pula flek-flek saja di setiap bulannya seperti yang dialami kebanyakan wanita pada umumnya. Oleh karenanya, flek berupa keluarnya darah meski dalam jumlah yang sedikit  masih terbilang wajar terjadi dan tidak perlu dirisaukan.

suntikan-KB

Gambar : alat suntikan KB

Namun apabila terjadi perdarahan yang banyak dan panjang ketika menggunakan alat kontrasepsi pada pil 3 bulan atau suntik KB, maka perlu dikonsultasikan kepada dokter terkait atau bidan untuk mencari penyebabnya, apakah karena efek samping KB dan perlu diganti, atau ada penyebab lain. Mintalah saran untuk penggunaan alat kontrasepsi yang sekiranya cocok dengan Anda.

Jenis alat kontrasepsi dengan suntik KB yang mengandung hormon di dalamnya. Suntik KB memiliki masa suntik yang bervariasi yakni per satu atau tiga bulan. Suntik KB dapat mengurangi risiko telat atau lupa. Efek samping dari kontrasepsi ini adalah menstruasi tidak teratur, dan peningkatan berat badan.

Sebagian besar wanita yang menggunakan suntikan KB dinilai lebih praktis, sederhana dan efektif pula. Suntikan KB diberikan di bokong. Namun, suntikan berefek samping perdarahan spotting atau mungkin juga perdarahan terus-menerus, selain kemungkinan tidak haid sama sekali (amenorrhoe). Keuntungannya, bagi ibu yang pelupa minum pil, suntikan KB pilihan yang tepat. Suntik KB termasuk kontrasepsi yang diminati oleh banyak perempuan. Anda bisa melalukan suntik KB setiap 1 bulan atua 3 bulan sekali. Suntik KB aman digunakan bagi wanita menyusui setelah 6 minggi pasca persalinan. Efek samping yang biasa terjadi adalah keluar flek-flek, perdarahan ringan di antara dua masa haid, sakit kepala dan kenaikan berat badan. Jika Anda menghentikan penggunaan suntik KB kemungkinan untuk hamil kembali sangat tinggi.

Suntikan KB ini bekerja dengan menghambat pertumbuhan endometrium yang normal. Diperkirakan hal ini dapat mengganggu rangkaian hubungan hipotalamus-hipofisis-indung telur. Metode kontrasepsi dengan suntikan KB diperkirakan 99% efektif dan angka berkelanjutan pemakaian suntikan KB adalah 70% setelah satu tahun.

Posted in Alat Kontrasepsi, Jenis Alat Kontrasepsi | Tagged , , , , , , , | Leave a comment

Alat Kontrasepsi Untuk Ibu Menyusui

alat-kontrasepsiSemua alat kontrasepsi tentu ada kekurangan disamping kegunaan yang sudah tidak diragukan. Pada ibu menyusui dapat menggunakan kontrasepsi yang prinsipnya tidak mengurangi jumlah ASI, terutama pada 6 bulan pertama di mana bayi belum mendapat makanan tambahan selain ASI. Yang dapat dipakai bisa KB non hormonal atau hormonal, misalnya pil KB dr golongan progesteron rendah, atau suntikan yang hanya mengandung hormon progesteron yang disuntikan per 3 bulan.

Kontrasepsi yang mengandung estrogen tidak dianjurkan karena akan mengurangi jumlah ASI, misalnya Diane. IUD cukup aman pada ibu menyusui dan banyak dipilih. Mengenai bergeser atau tidak tentu dokter akan tahu seandainya ibu datang kontrol minimal 6 bulan sekali.

Untuk ibu menyusui, pilihan kontrasepsi yang aman adalah kontrasepsi non hormonal. Beberapa alat kontrasepsi ini  bisa Anda pilih :

– Kondom untuk mencegah agar sperma tidak masuk ke dalam serviks.

– IUD (Intrauterine Device).

– Spermatisida, yaitu bahan kimia berbentuk cairan atau krim untuk membunuh sperma.

– Operasi tubektomi, bagi yang memenuhi syarat dan indikasi. Yaitu dengan mengikat tuba falopi agar sperma tidak dapat mencapai sel telur.

– Diafragma, yaitu sejenis alat dari bahan lateks lembut atau silikon yang dimasukkan ke dalam serviks untuk membentengi serviks agar sperma tidak dapat mencapai uterus. Jika Anda memilih kontrasepsi ini, hubungi dokter untuk mengukur ulang diafragma yang akan digunakan karena ukuran dan bentuk  leher rahim dapat berubah pasca melahirkan. Diafragma dapat digunakan kembali 6 minggu setelah melahirkan.

Semua kontrasepsi mempunyai angka keberhasilan yang tinggi, lebih dari 95% sepanjang ibu menjaga kedisipilinan baik dalam mengkonsumsi atau memeriksakan ke dokter untuk kontrol.

Perlu diingat bahwa pil KB dengan dosis rendah progesteron untuk ibu menyusui, bekerja bersama-sama dalam mencegah dalam kehamilan. Jadi bila menyusui sudah jarang, sebaiknya jangan digunakan lagi karena tidak akan memberi perlindungan yang optimal.

Untuk mendapat pil KB, tentu pertama kali harus ke layanan kesehatan untuk dicek ada tidaknya kontraindikasi dalam mengkonsumsinya. Biasanya pil KB utk menyusui, akan terdapat tanda di blisternya berupa gambar payudara dan ada beberapa jenis dipasaran.

Posted in Alat Kontrasepsi, Jenis Alat Kontrasepsi | Tagged , , , , , , , , | Leave a comment

Alat Kontrasepsi Yang Aman

Merawat, mendidik, dan membesarkan anak tidak mudah karena memerlukan kesiapan mental dan fisik orang tua. Memberi jarak yang cukup antara anak pertama, kedua, dengan anak berikutnya sangat penting. Untuk dapat mengatur waktu kehamilan, baik isteri maupun suami perlu mepertimbangkan penggunaan suatu metode alat kontrasepsi yang aman.

Pemilihan alat kontrasepsi sebaiknya dilakukan segera setelah masa nifas habis. Karena pada waktu tersebut ibu akan kembali memasuki masa subur yang diperkirakan terjadi ovulasi (lepasnya sel telur matang dari folikel/kantung pada indung telur). Jika pada masa subur Anda melakukan hubungan intim tanoa kontrasepsi, mungkin saja terjadi kehamilan kembali. Oleh sebab itu, perlu memilih alat kontrasepsi yang aman.

Sebelum memilih alat kontrasepsi yang aman dan yang diinginkan, diskusikan hal ini dengan pasangan. Tentukan siapa yang akan menjalani metode alat kontrasepsi yang aman. Saat ini pria pun dapat menjadi pengguna alat kontrasepsi secara aman dan nyaman. Lakukan pula konsultasi dengan dokter kandungan. Riwayat kesehatan Anda berdua dapat menjadi acuan memilih alat kontraspesi paling tepat. Beberapa ibu yang mempunyai alergi tidak dapat menggunakan alat kontrasepsi tertentu.

model-model-alat-kontrasepsi-iud

Saat ini banyak sekali pilihan alat kontrasepsi. Yang sebaiknya dipertimbangkan pertama kali adalah metode kontrasepsi non-hormonal atau tidak menggunakan hormon sebagai bahan aktifnya. Jenis ini tidak akan menganggu proses laktasi bagi ibu yang tengah menyusui bayi.

Posted in Alat Kontrasepsi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Alat Kontrasepsi KB

Hampir semua pasangan suami -istri memerlukan perencanaan yang matang dari kehamilan guna untuk membatasi jumlah anak dan menekan angka kelahiran yang semakin bertambah. Banyak para pasangan suami-istri melakukan program keluarga berencana yang memang diharuskan. Alasan penggunaan alat kontrasepsi bagi para pasangan suami-istri untuk menunda kehamilan, memberi jarak antara anak pertama dengan anak kedua sampai pada tujuan yang mungkin bagi pasangan suami-istri yang telah dikarunia banyak anak dengan menghentikan kehamilan.

Banyak alasan yang dikemukakan para pasangan suami-istri dalam menggunakan alat kontrasepsi yang mungkin disertai adanya suatu faktor yang terlihat seperti adanya faktor ekonomi, faktor kesiapan mental, faktor usia hingga faktor kesehatan.

Alat kontrasepsi memiliki berbagai macam jenis. Secara garis besar, alat kontrasepsi dibagi menjadi 3 bagian yakni kontrasepsi mekanik, kontrasepsi hormonal, dan konstrasepsi mantap. Berikut ulasan singkat dari berbagai macam atau jenis alat kontrasepsi :

1. Kontrasepsi mekanik

Disebut mekanik, karena memiliki sifat untuk melindungi. Kontrasepsi mekanik ini bekerja dengan cara mencegah pertemuan antara sel sperma dengan sel telur yang ada di dalam rahim. Yang termasuk dalam kontrassepsi mekanik ini , ialah kondom dan diafragma.

a. Kondom

Kondom yang dahulu terbuat dari usus atau kulit binatang, yang jika digunakan harus direndam terlebih dahulu, kini ada kondom yang terbuat dari bahan karet yang tipis dan elastis (lentur) berbentuk seperti kantong. Pada dasarnya fungsi kondom hanya untuk menampung sperma agar tidak masuk ke dalam vagina. Penggunaan kondom dinilai cukup efektif mencegah kehamilan hingga 90 %. Bahkan penggunaan kondom untuk pencegahan kehamilan akan semakin efektif apabila disertai penggunaan spermisida (pembunuh sperma) namun jarang sekali ditemukan pasangan suami istri yang menggunakan spermisida. Namun kemungkinan terjadinya kehamilan masih dapat terjadi dari survei yang dilakukan dari 100 pasangan suami-istri yang menggunakan alat kontrasepsi ini sekitar 4 orang wanita yang terjadi kehamilan.

Kondom mudah didapat, dan harga relatif terjangkau, tidak memerlukan resep dokter. Kondom selain berfungsi sbagai pencegah kehamilan, kondom juga dapat digunakan sebagai suatu alat bantu dalam pencegahan penularan penyakit kelamin seksual.

b. Diafragma

Diafragma bentuknya hampir menyerupai kondom. Diafragma berbentuk seperti topi yang menutupi mulut rahim. Diafragma terbuat dari bahan karet namun agak tebal dibanding dengan kondom. Kondom berbahan karet tipis yang masih memiliki kemungkinan terjadinya kebocoran. Namun berbeda dengan diafragma yang berbahan karet tebal sehingga tidak memungkinkan terjadinya kebocoran. Diafragma ini hanya digunakan ketika ingin melakukan hubungan intim, usai melakukan aktivitas seksual dapat dilepaskan kembali atau tetap berada pada tempatnya. Jenis kontrasepsi yang satu ini cukup efektif dalam mencegah kehamilan yang cara kerjanya hanya dimasukkan ke dalam vagina, untuk mencegah masuknya sperma ke dalam rahim.

c. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR/IUD)

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim atau IUD atau yang lebih dikenal sebagai alat kontrasepsi spiral. AKDR atau IUD ini berbentuk alat kecil dan banyak variasi. Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR/IUD) atau spiral ini ada yang terbuat dari plastik seperti huruf S (Lippes Loop), tembaga yang berbentuk seperti angka 7 (tujuh/ Copper Seven) dan huruf T (Copper T) serta ada yang berbentuk seperti sepatu kuda (Multiload).

Dari beberapa jenis alat kontrasepsi dalam rahim atau IUD ini yang paling sering digunakan adalah jenis Copper T dan Multiload. Kedua alat kontrasepsi tersebut dipilih karena kenyamannya. Adapula model terbaru dari Copper T yakni Nova T yang memiliki keunggulan karena lebih lembut.

Alat kontrasepsi Dalam Rahim ini hanya dapat dilakukan dan dipasang lelh dokter ahli atau bidan yang sudah terlatih. Fungsi dari AKDR ini adalah mencegah kehamilan dengan mencegah sel telur yang telah dibuahi bersarang di dalam rahim. AKDR atau IUD dapat bertahan di dalam rahim selama 2-5 tahun dan dapat dikeluarkan kembali apabila ada keinginan untuk hamil kembali.

Namun disarankan bagi wanita atau istri yang menggunakan Alat Kontrasepsi Dalam rahim ini harus melakukan pemeriksaan ulang, entah 2 minggu sekali, 3 bulan sekal, 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali setelah pemasangan alat konrasepsi ini. Penggunaan alat kontrasepsi yang dipilih tanpa adanya bahan aktif Copper dapat digunakan hingga menjelang menopause, namun apabila penggunaan alat kontrasepsi yang mengandung bahan aktif Copper 3-4 tahun harus diganti.

Hal yang perlu diingat alat kontrasepsi jenis ini dapat menimbulkan infeks vagina, pendarahan, keputihan yang disebabkan dari benang pada alat kontrasepsi yang digunakan. Disarankan apabila terdapat infeksi genetalia atau pendarahan yang tidak jelas sebaiknya jangan menggunakan alat kontrasepsi jenis ini. Namun keuntungan dari alat kontrasepsi jenis ini adalah dapat digunakan dalam jangka waktu yang cukup lama dan tidak mempengaruhi produksi ASI bagi ibu atau wanita yang sedang dalam menyusui balita.

d. Spermisida

Spermisida merupakan alat kontrasepsi yang berbahan kimia yang dapat membunuh sperma. Spermisida memiliki variasi bentuk ada yang berbentuk busa, jeli, krim, tablet vagina, tablet atau aerosol. Penggunaan alat kontrsepsi jenis ini memang dinilai kurang efektif karena dapat menimbulkan ketidaknyaman, ketidak puasan pasangan dalam mencapai orgasme dan menimbulkan alergi yang tidak enak.

Namun masih ada beberapa wanita yang menggunakan alat kontrasepsi jenis ini. Kontrasepsi jenis ini digunakan dengan cara sebelum melakukan hubungan seksual, alat ini dimasukkan ke dalam vagina, dan tunggu sekitar 5-10 menit pemasangan, hubungan sekual baru dapat dilakukan. Keefektifan alat kontrasepsi ini dinilai efektif apabila dikombinasikan dengan alat lain seperti kondom atau diafragma.

Jenis alat kontrasepsi apapun masih memungkinkan terjadinya kehamilan. untuk alat kontrasepsi jenis ini, menurut survei dari 100 pasanagn dalam setahun, ada 3 wanita yang haml, bahkan ada beberapa kasus yang terjadi karena salah pemasangan atau pemakaiannya, dapat terjadi kehamilan sampai 30 kehamilan.

2. Kontrasepsi Hormonal

Jenis kontrasepsi hormonal ini diambil dari kombinasi antara hormon estorgen dan progesteron. Penggunaan kontrasepsi jenis ini dilakukan dalam bentuk pil, suntikan atau susuk.

Kontrasepsi hormonal ini dilakukan dengan cara menggunakan hormon progesteron dengan mencegah pengeluaran sel telur dari indung telur dan mengentalkan cairan di leher rahim sehingga sel sperma kesulitan untuk menembus masuk ke sel telur, membuat lapisan rahim menjadi tipis dan hasil konsepsi tidak dapat tumbuh, serta menghambat jalannya saluran telur sehingga sel sperma sulit bertemu dengan sel telur.

a. Pil atau Tablet

Dengan minum pil KB merupakan salah satu alat kontrasepsi yang banyak digunakan para wanita atau istri dari sekian banyaknya alat kontrasepsi. Di Indonesia, banyak wanita yang menggunakan PIL KB atau disuntikan sebagai alat kontrasepsi yang dinilai aman. Pil KB memiliki berbagai macam, ada pil yang hanya mengandung hormon progesteron, adapula yang mengandung kombinasi antara progesteron dan estrogen.

Namun penggunaan pil KB ini dinilai cukup rumit karena menggunakan sistem kalender laykanya siklus haid (sekuensial). Dengan menggunakan sistem kalender ini mereka para wanita dapat mengetahui batasan waktu dalam mengkonsumsi pil KB ini. Pil KB menggunakan 2 cara yakni

– Diminum dengan menggunakan sistem 28, yang artinya pil diminum terus-menerus tanpa berhenti (21 tablet pil kombinasi dan 7 tablet plasebo)

– Dengan sistem 22/21, yakni pil diminum terus-menerus, kemudian dihentikan selama 7-8 hari untuk mendapatkan kesempatan menstruasi.

Namun pada beberapa wanita yang menggunakan Pil KB sebagai alat kontrasepsi ini, mengalami siklus menstruasi dengan perbandingan. Apabila wanita mengkonsumsi pil KB dengan efek estorgen yang tinggi akan mengalami menstruasi kurang dari 4 hari. Sedangkan dengan menggunakan pil KB dengan kadar estrogen yang rendah akan mengalami menstruasi lebih dari 6 hari.

Efek samping dari penggunaan alat kontrasepsi ini menyebabkan seorang wanita mudah tersinggung, mudah tegang dan stress, bertambahnya berat badan, nyeri kepala, darah menstruasi yang banyak seperti pendarahan. Sedangkan yang berkolaborasi progesteron menyebabkan payudara tegang, menstruasi berkurang, kaki dan tangan sering kram, liang senggama menjadi kering.

Efek samping lainnya dari pemakaian pil KB dalam jangka waktu yang cukup lama akan menekan fungsi ovarium. Tak hanya itu efek samping lainnya seperti rasa mual sampai muntah, pusing, mudah lupa, timbul bercak di kulit wajah seperti flek hitam sampai mempengaruhi fungsi organ ginjal dan hati. Pil KB yang mengandung estrogen dapat mengganggu produksi ASI.

Kelebihan dari pil KB ini dapat meningkatkan gairah seksual, sekaligus sebagai obat untuk mengobati penyakit endometriosis. Haid menjadi teratur, mengurangi nyeri haid, dan mengatur keluarnya darah haid. Efektifitas penggunaan pil ini 95-98 persen. Jadi, ada sekitar 7 wanita yang hamil dari 1.000 pasangan dalam setahun.

b. Suntikan

Kontrasepsi yang menggunakan sutikan mengandung hormon sintetik. Penyuntikan ini dilakukan 2-3 kali dalam sebulan. Suntikan setiap 3 bulan (Depoprovera), setiap 10 minggu (Norigest), dan setiap bulan (Cyclofem).

Salah satu keuntungan suntikan adalah tidak mengganggu produksi ASI. Pemakaian hormon ini juga bisa mengurangi rasa nyeri dan darah haid yang keluar.

Kontrasepsi dengan menggunakan suntikan ini dapat membuat tubuh mengalami kenaikan berat badan karena menigkatnya nafsu makan. Tak hanya itu membuat lendir rahim menjadi tipis sehingga menstruasi menjadi sedikit, bahkan beberapa wanita tidak mengalami menstruasi sama sekali. Tingkat kegagalannya hanya 3-5 wanita hamil dari setiap 1.000 pasangan dalam setahun.

c. Susuk

Susuk juga digunakan sebagai alat kontrasepsi wanita atau yang juga disebut sebagai alat kontrasepsi bawah kulit, karena dipasang di bawah kukit pada lengan kiri atas. Bentuk susuk ini seperti tabung-tabung kecil atau pembungkus silastik (plastik berongga) dan ukurannya sebesar batang korek api. Susuk dipasang seperti kipas dengan 6 buah kapsul. Susuk yang ditanam dibawah kulit ini berisi zat aktif yang berupa hormon atau levonorgestrel. Kemudian susuk tersebut akan mengeluarkan hormon sedikit demi sedikit. Susuk ini bekerja dengan cara menghalangi terjadinya ovulasi (pembuahan) dan menghalangi migrasi sperma.

Pemakaian susuk dapat diganti setiap 5 tahun (Norplant) dan 3 tahun (Implanon). Sekarang ada pula yang diganti setiap tahun. Penggunaan kontrasepsi ini biayanya ringan. Pencabutan bisa dilakukan sebelum waktunya jika memang ingin hamil lagi. Efektifitasnya, dari 10.000 pasangan, ada 4 wanita yang hamil dalam setahun.

Dampak negatif dari penggunaan alat kontrasepsi jenis susuk ini berupa terganggunya menstruasi, haid tidak lancar, bercak atau tidak mengalami menstruasi sama sekali. Selain itu mengalami kenaikan berat tubuh, ketegangan payudara dan liang vagina terasa kering. Timbul infeksi pada pencabutan susuk yang disebabkan susuk sulit untuk dikeluarkan karena pemasangan susuk yang terlalau dalam.

3. Kontrasepsi Mantap

Kontrasepsi mantap, jarang sekali dilakukan para pasangan suami-istri. Kalau pun dilakukan didasari alasan yang sangat umum yakni merasa cukup dengan jumlah anak yang dimiliki. Kontrasepsi mantap ini dilakukan dengan jalan operasi pemotongan atau memutuskan saluran sperma pada pria yang disebut vasektomi begitu pula dengan wanita memutuskan atau memotong saluran sel telur yang disebut dengan tubektomi. Sehingga tidak akan terjadi kehamilan kembali atau tidak akan memiliki keturunan.

Posted in Alat Kontrasepsi, Jenis Alat Kontrasepsi | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment